Sunday, January 29, 2012

Musim Hujan

Karena sekarang sedang musim hujan jadinya kegiatan sedikit terbatas. Yang terbatas sebetulnya cuma pada akhir pekan saja, toh kalau hari biasa memang udah terbatas dari sananya (ga peduli mau hujan apa enggak). Keterbatasan itu berupa tidak bisa pergi keluar di saat-saat yang diinginkan karena memang hujannya suka turun dadakan. Contohnya ketika bangun pagi, terus mandi dan siap-siap memburu makanan, eh hujan turun. Deras pula. Nungguin hujan berhenti sampai bosan. Giliran hujan berhenti udah enggak niat makan lagi. Tapi, begitu rasa laparnya muncul lagi, eh hujannya turun lagi. Merasa dipermainkan sama pengatur hujan nih. Enggak cuma pergi mencari makanan saja yang terganggu (ya iya lah, masa hidupku cuma seputar mencari makanan), kegiatan-kegiatan lain juga terganggu. Dan belakangan beberapa hal ini dilakukan untuk bersahabat dengan cuaca yang sering bertingkah suka-suka hatinya.

1. Mengumpulkan makanan di kamar
Makanan yang dikumpulkan biasanya berupa makanan instan : mie (ya, mie itu enak lho), sup (krim atau pun tidak krim), dan susu.
Pro : kalau hujan sedang ganas-ganasnya dan merasa lapar tinggal dipilih saja yang mana yang mau dimakan. Mau makan sambil guling-guling di kamar juga enggak terganggu dengan hujan di luar.
Kontra : 99% (bahkan mungkin 100%) makanan tersebut tidak sehat. Semua makanan yang ditumpuk adalah makanan dengan pengawet. Ya gitu deh

2. Menonton koleksi film
Dari film yang di dapat sewaktu zaman kuliah dulu (mis: Harry Potter 1) sampai film zaman SMU yang baru didapat (mis: Tintin).
Pro : menonton film ini bisa meningkatkan kualitas "hapalan" terhadap film tersebut (seolah-olah ini sebuah hal yang bagus)
Kontra : menonton film ini bisa menimbulkan rasa bosan yang amat sangat karena sudah sangat tinggi tingkat "hapalan" terhadap film itu.

3. Membaca tumpukan buku
Buku-buku sangaaaaaat banyak di kamar. Dari bahasa Indonesia, Inggris, ataupun yang menggunakan karakter selain latin. Dari novel, bergambar, sampai buku-buku yang bukan novel dan bergambar (he??), mis: Si Cacing, Kamus (whaaaat??)
Pro : beberapa buku ada yang belum selesai dibaca sehingga bagus sekali bila bisa diselesaikan saat itu
Kontra : belakangan suka sulit konsentrasi sehingga ketika membaca setengah bagian langsung mau ngerjain yang lain. Alhasil semakin banyak buku yang tidak terselesaikan. Yah, mungkin juga karena pikirannya pingin jalan keluar tapi karena hujan... Salahkan hujan

4. Membaca berita online
Karena membaca berita itu penting (untuk mengusir kebosanan).
Pro : jadi tahu seberapa besar sih biaya yang dipakai anggota dewan untuk merenovasi ini dan itu, ada anak-anak yang menantang maut untuk mencapai sekolahnya, ada anak yang sering jadi model iklan kabur dari rumah (berita gosipnya ditaruh di halaman depan sih)
Kontra : karena mengikuti perkembangan si anak yang kabur dari rumah (sampai ke Papua), aku rela masuk ke forum yang membahas berita ini. Lebih dari satu jam baru bisa selesai baca semua halaman di forum itu. Woooow. Kurang kerjaan sekali kamu, Zi.

Kegiatan memakan biasanya dikombinasikan dengan kegiatan menonton atau kegiatan membaca. Tapi kegiatan menonton tidak pernah dikombinasikan dengan kegiatan membaca (ya iyaaaaa laaaaah). Kasus paling terakhir adalah ketika diberikan satu kue keranjang (di Medan bilangnya kue bakul) oleh teman yang merayakan tahun baru. Aslinya dari dulu kalau dikasih kue itu, kami enggak tahu bagaimana mengolahnya. Alhasil dimakan langsung dan eneg terus enggak habis. Setelah ditanya-tanya, katanya bisa digoreng, dikukus terus dimakan pakai kelapa (kok jadi mirik getuk ya?) Karena enggak punya alat-alat untuk melakukan hal itu (kalaupun punya aku tetap malas untuk mengolahnya sih) jadinya dimakan tanpa diolah seperti ketika di Medan dulu. Cara memakannya adalah dengan membuka bungkus plastiknya dan dipotong-potong terlebih dahulu (enggak dikasih tahu juga orang-orang udah pada tahu sih). Nah, kali ini kue tersebut dimakan sambil nonton film. Alhasil, kue keranjang tersebut berhasil ditelan tanpa rasa bosan dan eneg. Hore

Terus, terlepas dari musim hujan, seminggu terakhir ini aku melakukan hari tanpa telepon. Aku mematikan telepon genggam. Bukan karena tujuan mulia tapi karena lari dari masalah/kenyataan. Aku sedang menghindari sms/telepon dari.... Efeknya adalah selama seminggu terakhir aku tidak perlu men-charge baterai karena memang masih belum habis-habis. Efek yang tidak diharapkan adalah ada beberapa teman yang bertanya-tanya mengapa nomorku tidak bisa dihubungi. Ya, aku juga enggak mau terus-terusan mematikan telepon sih. Cuma, untuk sekarang aku lagi tidak ingin ditelepon dan diberikan kabar tidak menyenangkan dilanjutkan dengan ceramah tentang baik/buruk yang bisa dibilang enggak ada sangkut-pautnya dengan aku. Aku sedang dalam taraf malas menerima kabar tidak menyenangkan.

Oh ya, ada puisi bagus yang baru saja ditemukan (dibaca tepatnya). Di buku dibilang (ditulis) kalau puisi tersebut terjemahan dari puisi asli berbahasa Jerman yang dibuat oleh seorang tokoh. Tokoh tersebut sangat terkenal dengan inisial AH. Nanti aku coba cari dan aku posting di hari lain. Ciao

Trivia : lagu apa pada film Harry Potter and the Goblet of Fire yang mirip dengan musik pada film Nanny McPhee? Karena ketika melihat Nanny McPhee ada musik yang agak-agak deja-ecoute (bukan deja-vu.. haha)

0 comments: