Monday, December 12, 2011

Inspector Barnaby

Nama Inspector Barnaby di atas diambil dari film Midsomer Murders. Pertama kali melihat film ini sekitar bulan Agustus kemarin sewaktu berkunjung ke rumah bibiku di Bekasi. Mereka ternyata sudah memasang TV kabel. Aslinya aku enggak begitu suka menonton TV karena dua alasan. Pertama karena di kosan enggak ada TV. Kedua karena acara di TV sangat membosankan (palingan seputar sinetron yang tak kunjung selesai). Jadi waktu itu aku iseng-iseng menonton saluran TV luar dan muncullah film Midsomer Murders ini. Pertama kali melihat enggak begitu tahu kalau cerita ini adalah sebuah cerita berseri. Setelah itu baru dicari-cari tahu dan didapat bahwa cerita tersebut berseri dan berasal dari Inggris. Kalau cerita seri dari negeri Paman Sam rata-rata durasinya sekitar 45 menit untuk satu episode. Untuk seri dari Inggris ini durasi satu episodenya sekitar 100 menit. Rada kaget sih sewaktu menonton episode pertamanya tapi lama-lama jadi terbiasa. Dan karena berasal dari Inggris aksen British-nya kental banget (bahkan terkadang kedengaran seperti gobbledegook..hehe)

Nah, setelah mengikuti seri ini cukup lama, akhirnya pemeran utamanya diganti. Yak, si tuan Barnaby ini akan digantikan oleh sepupunya karena dia memilih berhenti sebagai Detective Chief Inspector. Agak-agak "sedih" sih pas nonton episode terakhir yang ada tuan Barnaby-nya ini. Karena ya sudah cukup "kenal" dengan karakternya ini.

OK lah. Terlepas dari pemeran utamanya sudah diganti, keseluruhan dari film ini cukup bagus kok (menurutku). Walaupun durasi satu episodenya cukup panjang, tapi cerita detektifnya lumayan mirip dengan cerita-cerita detektif karangan Agatha Christie. Kalau aku enggak salah ingat, perbedaan yang aku dapat setelah membaca cerita detektif Sherlock Holmes dan Hercule Poirot (dan Miss Marple) adalah kalau Sherlock Holmes sangat praktikal. Cerita-cerita detektif karangan Agatha Christie lebih panjang namun banyak membahas hubungan antar manusia dalam cerita-ceritanya. Begitu juga si Midsomer Murders ini. Selain ada pembunuhan di setiap episodenya (ya iyalah, namanya juga Murders), proses pencarian pembunuhnya melibatkan kisah antar pemeran di setiap episode tersebut. Bisa muncul konflik antara tetangga, dendam lama antara dua desa dan lain-lain. Oh ya, dalam film ini juga banyak ditampilkan rumah-rumah yang terkesan kuno/antik gitu deh.

Nah, kalau di atas bercerita tentang Midsomer Murders, sekarang waktunya bercerita tentang film lain. Film ini berjudul Mommo: The Boogeyman. Film ini berasal dari Turki dan diputar di Europe On Screen 2011 kemarin (walaupun enggak diputar di Jakarta). Film ini bercerita tentang dua bersaudara, Ahmed dan Ayshe. Setelah menonton film ini aku berkomentar bahwa film ini bagus. Tapi, film ini juga sedih. Dari awal sampai akhir kok porsi bahagianya mungkin cuma 1% dari keseluruhan film ya? Rada-rada gimana gitu setelah selesai menonton film ini. Dua bersaudara itu sudah ditinggal bapaknya (karena istri barunya tidak mau menerima mereka) malah harus terpisahkan pula di akhir ceritanya. Dua bersaudara ini juga umurnya masih di bawah 10 tahun-an. -___- Ya siap-siap aja perasaan jadi ikutan sedih sewaktu menonton film ini.

Terus ada satu film lagi, masih dari Turki. Judulnya adalah Babam ve Oglum. Film ini juga diputar di Europe on Screen 2011 kemarin (dan si Wira berkesempatan menonton  film ini). Film ini juga bagus (perasaan film-film EoS dari Turki atau Yunani selalu bagus-bagus deh). Ceritanya seputar seorang anak kecil bernama Deniz dan bapaknya yang kembali ke rumah orang tuanya. Deniz bertemu dengan kakek dan neneknya dan paman/bibi beserta sepupunya. Namun, ternyata ada alasan kenapa bapaknya kembali ke kampung halamannya. Terus juga ada diceritakan mengapa hubungan antara bapak dan kakeknya agak sedikit dingin. Dan, seperti cerita Mommo, di film ini juga ada bagian sedihnya -___- Tapi ya gitu deh, film ini bagus untuk ditonton bersama keluarga karena keseluruhan tema cerita itu tentang keluarga, mulai dari nenek yang baik tapi cerewet dan rame, kakek yang kaku dan keras tapi sebenarnya baik dll.

Sekian dulu deh warta berita ini. Akan dilanjutkan dengan informasi menarik lainnya di lain waktu (kalau ada). Ciao

2 comments:

BoYa19 said...

Iyah!

Itu gw juga tau pas gw dibilang sapa temen kita duluuuuu itu kalo film-film Turki emang bagus...

Ternyata emang bener bagus yaks :D

Btw, ada filenya kah ji? satu film ajah deh minimal dari EoS 2011 since gw gag bisa nonton taon kemarin :((

Fahrurrozi Rahman said...

eh, jeung boya.. happee niu yier yaaa!!!

ada dong, ada mommo yang sedih itu, babam ve oglum juga ada, mutluluk aku juga punya :P
le peres de mes enfants juga ada

mau ngopi?? kapan?? pake febi-express-delivery?