Thursday, July 09, 2009

Nada Sou Sou

I whispered "Thank you" while turning the pages of the old photo album
furui arubamu mekuri, "arigatou"tte tsubuyaita

Always, always in my heart, a person who encourages me
itsumo itsumo mune no naka, hagemashite kureru hito yo

On any days, clear sky or raining,
that same smile emerges on your face
harewataru hi mo ame no hi mo, ukabu ano egao

Even when my memories of you fades away,
omoide tooku asetemo,

I would search through my mind again,
omokage sagashite

And on days when I recall you in my memories, Tears Flow Endlessly
yomigaeru hi wa nada sou sou

Wishing to the stars to be with you again, this has become my new habit
ichibanboshi ni inoru, sorega watashi no kuse ni nari

When I look up to the sky during sunset, I'm searching for you in my mind
yuugure ni miageru sora, kokoro ippai anata sagasu

Whenever I'm feeling sad or happy, I recall that smile
kanashimi nimo yorokobi nimo, omou ano egao

If you can see me from where you are now,
anata no basho kara watashi ga mietara

I will believe we will meet again someday, and go on with my life
kitto itsuka aeru to shinji, ikiteyuku

On any days, clear sky or raining,
that same smile emerges on your face
harewataru hi mo ame no hi mo, ukabu ano egao

Even when my memories of you fades away,
omoide tooku asetemo

I'll be lonely, I'll be missing you
samishikute, koishikute

Still have feelings left for you, Tears Flowing Endlessly
kimi e no omoi, nada sou sou

I want to see you, I want to see you
aitakute, aitakute

Still have feelings left for you,
kimi e no omoi,

Tears Flowing Endlessly
Nada Sou Sou

Natsukawa Rimi - "Nada Sou Sou"

Labels:

Wednesday, June 24, 2009

Excerpt

Dalam perjalanan yang sering dilakukannya dengan berjalan kaki ke Temuco, seorang wanita tua Indian dari suku Araucanian selalu membawakan beberapa butir telur ayam hutan dan segenggam buah beri untuk ibuku. Ibuku sama sekali tidak bisa berbahasa Araucanian, selain sapaan "Mai-mai," sementara si wanita tua tidak mengerti bahasa Spanyol, tapi dia suka minum teh dan makan kue sambil tertawa cekikikan yang menunjukkan rasa terima kasih. Kami, anak-anak perempuan, dengan terpukau memandang pakaiannya yang ditenun dengan tangan, yang berwarna-warni dan berlapis-lapis, gelang tembaganya dan kalung dari koin. Kami saling bersaing untuk menghafalkan syair nyanyian yang selalu didendangkannya saat bangkit hendak pergi lagi.

Akhirnya kami hafal kata-katanya di luar kepala dan menyampaikannya kepada para misionaris, yang kemudian menerjemahkannya untuk kami. Kata-kata itu terus tersimpan dalam kalbuku karena itulah pujian terindah yang pernah diucapkan:

"Aku akan datang lagi, karena aku menyukai diriku saat berada di dekatmu."
--Elizabeth Mauske--

Dikutip dari Everyday Greatness

Labels:

Lysis - Friendship

Friendship is the union of two persons in mutual affection and remembrance of one another. The friend can do for his friend what he cannot do for himself. He can give him counsel in time of difficulty; he can teach him 'to see himself as others see him'; he can stand by him, when all the world are against him; he can gladden and enlighten him by his presence; he 'can divide his sorrows,' he can 'double his joys;' he can anticipate his wants. He will discover ways of helping him without creating a sense of his own superiority; he will find out his mental trials, but only that he may minister to them. Among true friends jealousy has no place: they do not complain of one another for making new friends, or for not revealing some secret of their lives; (in friendship too there must be reserves;) they do not intrude upon one another, and they mutually rejoice in any good which happens to either of them, though it may be to the loss of the other. They may live apart and have little intercourse, but when they meet, the old tie is as strong as ever—according to the common saying, they find one another always the same. The greatest good of friendship is not daily intercourse, for circumstances rarely admit of this; but on the great occasions of life, when the advice of a friend is needed, then the word spoken in season about conduct, about health, about marriage, about business,—the letter written from a distance by a disinterested person who sees with clearer eyes may be of inestimable value. When the heart is failing and despair is setting in, then to hear the voice or grasp the hand of a friend, in a shipwreck, in a defeat, in some other failure or misfortune, may restore the necessary courage and composure to the paralysed and disordered mind, and convert the feeble person into a hero;

Taken from Plato's Lysis, Introduction part..

Membaca Lysis yang dimengerti cuma bagian Introductionnya saja. Bagian dalamnya sudah pusing. Terlalu filosofis (atau otakku aja yang enggak sampai kesana :p )

Labels:

Saturday, June 06, 2009

Mimpi yang aneh

Belakangan ini dalam selang waktu dua hari, aku mengalami mimpi yang aneh. Bukan jenis mimpi yang serem, tapi mimpi yang enggak jelas kenapa bisa-bisanya aku mimpi seperti itu.

Pertama, aku mimpi tentang meninggalnya seseorang. Seseorang ini lagi pergi naik gunung bersama teman-temannya. Dan ketika teman-temannya sudah kembali, dia masih belum ada. Setelah dicari-cari masih belum ketemu juga. Berita tentang menghilangnya dia masih belum disebarkan di kampus (yak, seseorang ini masih kuliah). Begitu aku tahu kalau seseorang ini menghilang, aku ikutan cemas. Dan setelah mendapat kabar dia sudah ditemukan dengan kondisi yang gimana gitu, aku ikutan sedih (bahkan kalau enggak salah ikutan nangis juga).

Waktu sadar ya (sadarnya pas bangun pagi) aku mikir mimpinya itu aneh banget. Karena seseorang nya ini bahkan aku belum pernah bicara langsung dengan dia, cuma sering lihat aja di kampus (dan di facebook tentunya, stalker mode on). Enggak tahu kenapa bisa dapat mimpi yang melibatkan orang ini dan 'skenario' mimpinya juga enggak bagus-bagus amat. hmmmm

Kedua, ini baru terjadi kemarin malam/pagi. Ceritanya aku naik kereta ac terakhir menuju bogor (aku mau turun di UI), sekitar jam 11 malam. Aku bareng temanku X. Si X ini mungkin baru kenal dalam dua kali pertemuan aja cuma ya udah langsung akrab. Jadi kita berdua mau pulang ke bogor, cerita-cerita gitu dan pas dah mau sampe UI aku siap-siap turun. Tapi ceritanya lompat, aku tersadar waktu keretanya dah mau sampe di bogor dan suasana di luar sudah terang. Pas dilihat jam sudah pukul 7.30. Aku kaget, dan cari-cari si X, dia udah enggak ada (dia turun di stasiun mana aku ga tahu). Pas sampai di bogor, orang-orang pada naik lah dengan pakaian yang rapi-rapi (mau berangkat kerja). Aku tetap bengong mikirin kenapa aku bisa 'enggak sadar' tiba-tiba udah sampai bogor, kenapa si X turun enggak bilang-bilang kan aku mau turun di UI (tapi aku masih merasa aku udah turun di UI), dan kenapa juga keretanya baru sampai di bogor jam 7.30 pagi padahal keretanya udah jalan dari pukul 11 malam dari jakarta. Tapi pas aku tanya ke orang-orang, mereka biasa-biasa aja. Dan pas aku ceritain ke teman-temanku, mereka malah cuek-cuek aja.

Nah, itu bagian mimpi kedua. Pas aku bangun tidur, aku masih mikirin aja kenapa bisa mimpi seperti itu ya. Setahuku si X itu rumahnya di daerah Ancol jadi merasa aneh aja kalau dia naik kereta ke bogor (dan lagian dia juga bawa mobil sendiri). Terus itu tadi, kenapa juga si X tiba-tiba muncul jadi tokoh di mimpi aku, toh aku baru ketemu dia dua kali ya. Aneehhhh... Maksud mimpinya apa juga aku enggak tahu (ya iyalah, memangnya aku Mama L??).. Yah, namanya juga mimpi ya..

~lalalala

Labels:

Sunday, May 24, 2009

Gambar-gambar

Beberapa foto yang diambil minggu ini...

Ini foto tiket masuk Djakarta Theater









Ini foto dekat kosan, diambil pas mau hujan.. Suka dengan tema terang-gelap.








Di dekat Pusgiwa UI











Di dekat Pusgiwa UI









Jalan menuju asrama dari FT









Jalan menuju asrama dari FT











Hmm.. cahayanya aneh











Di asrama UI











Di jalan lingkar luar UI











Labels:

Saturday, May 23, 2009

Mengenang..

Mengenang 21 tahun perginya tokoh Kito Aya yang menderita SCD.

Melihat film yang diadaptasi dari kisah hidupnya membuat aku memperoleh pelajaran hidup. Bagaimana perjalanan dan perjuangannya untuk bertahan hidup walaupun sepertinya sudah 'tidak ada tujuan untuk hidup' lagi. Sampai sekarang film tersebut tetap menguras air mata setiap kali di tonton.

Labels:

Saturday, May 16, 2009

Cerita

Ini ada sedikit kumpulan cerita yang terjadi belakangan ini. Sebetulnya enggak begitu tahu mau nulis apa di blog ini, dan blog ini sudah lama tidak disentuh. Jadinya ya aku akan menulis sembarang hal, campur aduk.


Datang dan Pergi (lagi)
Kejadian-kejadian ini terjadi minggu lalu. Ada temanku yang mengundangku untuk perpisahannya karena dia akan pergi ke luar negeri (untuk kerja di sana). Perpisahannya berlangsung menyenangkan, soalnya aku bisa bertemu dengan teman-teman kantorku yang dulu.

Keesokan harinya, aku bertemu dengan abangku yang datang ke Jakarta. Cuma pertemuan singkat, pertemuan satu hari, setelah itu dia kembali ke Medan.

Hari berikutnya, aku dapat kabar kalau sepupuku (yang lebih tua setahun dari aku) meninggal dunia, karena dia mengalami kecelakaan yang cukup tragis untuk diceritakan. Hmmm

Malamnya, aretha ngajak ketemuan karena dia baru balik dari S'pore. Setelah mendengarkan ceritanya yang panjang lebar tentang hal-hal yang dilakukannya di sana aku jadi tertarik untuk jalan-jalan juga ke S'pore (terutama setelah tahu bahwa biaya yang dikeluarkannya cukup 'affordable'. Jadi berencana mungkin tahun depan aku juga mau jalan-jalan ke S'pore ahhh..

Dan dalam hari-hari itu aku mendadak mendapatkan keluarga baru, yak, keluarga baru. Sangat mendadak.

“Some people come into our lives and quickly go. Some stay for a while and leave footprints on our hearts and we are never, ever the same."


Siklus Mingguan
Nah, kalau cerita ini adalah hal yang selalu terjadi setiap minggu dan sudah terjadi dari kapan aku enggak ingat lagi. Jadi begini ceritanya, suasana hatiku itu bisa ditebak berdasarkan hari dalam seminggu. Suasana hati paling ringan dan senang itu pada hari jumat sore, disaat pulang untuk menyambut libur akhir pekan (horee....). Dan, suasana hati paling jelek itu adalah minggu sore mengingat besok sudah harus kerja lagi (huhuhu). Tapi, dari hari senin menuju hari kamis, biasanya tuh suasana hati berangsur-angsur membaik (tentunya karena semakin mendekati akhir pekan). Aneh ya.


Kebiasaan Baru
Aku punya kebiasaan baru yang sudah dijalani satu bulan yaitu berjalan-jalan mengelilingi UI (selama +/- 3 jam) setiap hari minggu pagi. Biasanya aku start jam 6 bareng wira. Justru karena ada teman jadinya bisa jadi pemacu, kalau aku sendirian kurasa sih jam 6 pagi aku masih di tempat tidur.

Awalnya kupikir mau lari-lari tapi karena pada malamnya aku mengalami keram betis waktu tidur (ini entah kenapa sering kejadian, dan amat sangat menyakitkan lho), jadinya ya cuma jalan saja sepanjang UI, sampai asrama, dan kembali ke stasiun UI.

Dan mungkin karena belum terbiasa jalan selama itu (3 jam), jadinya keesokan harinya kakiku masih terasa pegal-pegal (sekarang sih sudah enggak begitu terasa lagi pegal-pegalnya). Tapi keseluruhan cukup menyenangkan kok. Udara pagi di UI sangat menyegarkan sambil sekalian menyerap vitamin E dari matahari.


Lagu-lagu..
Seperti biasa, aku selalu menambah koleksi lagu-lagu setiap minggunya, entah itu memang sudah dicari dari dulu atau memang kebetulan nemu.

Update lagu-laguku sebagai berikut:
-Yiruma - Kiss the rain (ini lagu yang membuat suasana hati jadi gimana gitu,,)
-Tony Leung - Huayang nian hua (kalau diartikan kalimat terakhirnya sbb: the flower of life is very beautiful, walaupun aku enggak ngerti apa maksudnya sih)
-Wang Li Hong - Chun yu li xi guo de tai yang (ini lagu yang kebetulan dengar dari facebooknya si li hong, terus langsung demen deh.)
-Roxette - A thing about you (ini lagu lama dari zaman pas masih SMA kalau enggak salah)
-Richie Ren - Dui mian de nu hai kan guo lai (versi lain dari lagu yang dulunya udah ada dari ikin, tapi ini versi 'nu hai', kalau yang dari ikin 'nan hai')
-Leo Ku - jung fuk fan cho & fa sa (lagu yang akhirnya dijadikan ring tone hp)

Dan hari ini adalah hari 14 tahun peringatan kepergian ayahku. Semoga...........

Labels:

Thursday, March 26, 2009

Recent Weeks

Now, because I want to practise my writing skill, so I write this post in English. I hope anyone who read it will enjoy and understand what I’m trying to tell.

Cold

I got cold just because I walked under the rain, not for a long time, perhaps it was only 5 minutes, but the effect lasted for more than 3 days. I got sore throat, cold and fever and I spent the holiday in my room, ‘cause I didn’t have the energy to go anywhere. Poor me.

The Mysterious Benedict Society


It’s the title of an adventure kids novel (but it’s quite thick, more than 500 pages). The story is about a society that led by Mr. Benedict and his assistants to fight against his twin brother, Mr. Curtain. But the main characters are 4 kids. These 4 kids act as if they were a detective team in a secret mission. Each of them has their own special character, different background and their own fear. This story is easy to understand because the main characters are just kids, with the clear plot and some puzzles that not confusing.

It is the book that I read when I was sick and had to stay on my bed. And I finished it at once. I even postponed reading Eragon, Eldest and Brisingr (Eragon series) that given by my friends. Sorry guys… ^-^

Laisheng Yuan

Recently, I always listen to this song. I got this song from Wira, but he didn’t know who the singer is. I became more and more curious, because I think I had heard this song once when I was a kid, but I wasn’t really sure. So, if I need to know the singer or the title of a Chinese song, there’s one person who can be asked about this kind of information, Anni. Yes, I asked her, then I got the name of the singer, it’s Andy Lau. Thank you, Anni.

The Nanny

Finally, I finished watching all episodes of this sitcom. All the 6 seasons with one additional episode (“A Nosh To Remember”). I really love this sitcom. I can laugh out loud in my room while I was watching it. And I can play it one more time and still laugh at the same jokes (really, this sitcom is really funny, or there’s something wrong with me.. hehe)

From the very beginning when the kids were still little until they grew older, it’s around six years ya. It’s a little bit sad when I watched the final episode, not because it was a sad one, but because I still want to watch one more episode (and more and more). Hmm…

The Way We Were

It is Barbra Streisand’s song that often mentioned in The Nanny, especially in the last scene of the last episode. That’s why I often play this song in my winamp, because (somehow I think) it brings back old memories.

Turn Left, Turn Right

What if the one that you love, the one that you’re looking for all this time is just living near you? But when you turn to the left, that one turns to the right. If you run this way, that one walks that way.

It’s the theme of the film ‘Turn Left, Turn Right’ – (向左走·向右走), starring Takeshi Kaneshiro and Gigi Leung. They both were friend when they’re still young, but then they separate. Although they live in the same apartment building, but don't meet. Because when they leave, one turns left and the other turns right.

I watched it on last week-end, after download it from youtube, part by part (the total is 10 part). Although I don’t know what they’re saying (it’s in) but I can understand a little by their gesture or their acting.

A song that I remember from this film is ‘Yu Jian’ – (遇见), sung by Stephanie Sun. I got this song from Wira (around 4 years ago). And this song is sung in Cantonese in the film, so it’s different with the one that I have (so what?? ^^)

Parting and Coming

Last week, my brother left our house because he had to take training for his new job, and after the training finished, he had to live far from home, so there is only three persons live in our house (and it will be two, because my second sister will move to another city). Geez, once there were 8 people dwelt in that house, then 7 (dad passed away), and then 6 (because I moved), then 5 (mom), then 4 (my third sister moved too), and now three people. My fourth sister said it seems so empty now, and I can understand with her feeling. Sigh…

Then my first sister came to Jakarta though only for 2 days. I just met her for a couple of hour then we part because she had an occasion with her colleagues. Just a couple of hour, then we said good-bye. I could not meet her the day after, because it’s work day. When we’re afar, we wish we could meet, but when we’re near, we can’t even meet for a longtime.

I think that’s all for my story. I’ll update it next time.. Zaijian

Labels: