Apa yang dikejar? Apa yang didapat?
Tulisan ini merangkum beberapa hal dan percakapan dengan teman(teman)ku.
Mau mulai dari mana ya? Mungkin dari percakapan di mobil dengan temanku sekitar seminggu yang lalu.
Aku (A): "Dulu waktu baru lulus, aku kerja di PP** sebagai programmer. Dan setelah itu aku pikir-pikir aku mau mencari sesuatu yang diluar programming dulu deh. Terus aku masuk ke Ni***** dibidang market research. Lingkungannya menyenangkan, tapi aku masih kepikiran kalau disitu bukan tempatku. Sekarang aku di So*******, dan aku juga sampai sekarang masih merasa ternyata kembali ke bidang IT juga bukan tempatku."
Temanku yang waktu itu dengarin cuma bisa ketawa jadinya. Terus aku bilang kalau aku masih kepikiran untuk ngelanjutin sekolah, ada satu bidang yang aku pingin pelajari dan sepertinya itu menarik.
Temanku (D): "Terus nanti pas lo dah sekolah lagi, tiba-tiba lo merasa kalau itu bukan bidang lo, gimana dong?"
[Sengaja membuat inisial temanku sebagai 'D', bukan 'T', karena 'D' singkatan nama depannya']
A: "Iya ya, jangan-jangan nanti waktu aku cerita ke kau, terus dalam pikiran kau, 'si Rozi lagi nyanyiin lagu lama lagi', hehe.. 'what's new?' katamu nanti"..
Aku mikirnya juga sampe nyengir.. Hehe
Dulu, kenapa aku memilih jurusan ilmu komputer, karena aku enggak ada kepikiran mau ambil yang lain. Melihat semua jurusan yang diambil saudara-saudariku, bahkan orang tuaku, aku sepertinya enggak ada yang klop dengan pilihan mereka. Ada yang jadi bahan pertimbangan, yaitu sastra. Salah satu kakakku memilih jurusan sastra dan kebetulan waktu SMA aku gemar membaca buku-buku sastra inggris klasik [dari perpustakaan dan lain-lain]. Tapi melihat kemampuan di sekolah yang begitu 'menjanjikan' di bidang kimia, aku berpikir mungkin aku cocok juga di bidang kimia ya.
Entah karena aku seperti katak dalam tempurung, aku enggak pernah tahu bahwa ada jurusan teknik kimia. Dan memang waktu itu aku hanya melihat prospek untuk kuliah di medan [seluruh keluargaku berdarah murni kuliah di satu universitas yang sama, jadi aku pembelot di keluargaku]. Mungkin kalau aku tahu ada jurusan Teknik Kimia di universitas lain, aku akan memilih itu.
Setelah mendengar 'desas-desus' dari teman-teman akhirnya aku tahu jurusan dan di universitas/institut apa yang waktu itu memiliki passing grade paling tinggi. Dan entah kenapa, aku kepikiran untuk mengambil bidang yang sama, tapi dengan passing grade yang masih terjangkau dengan kapasitas otakku.
Pikir tujuh keliling dan harus membuat keputusan, akhirnya aku memilih jurusan ilmu komputer dan farmasi. Sekali lagi, aku masih meraba-raba jurusan seperti apa sih ilmu komputer itu? Seperti ada misteri yang menarik aku untuk mengeksplorasinya. Tapi buat jaga-jaga seumpama aku terlalu jauh terbang ke langit dan akhirnya harus jatuh ke bumi, aku milih jurusan yang ada hubungannya dengan kimia, yaitu farmasi, dan di universitas keluargaku.
Setelah menjalani perkuliahan, aku merasa cocok dan tidak cocok. Tapi pikiran tetap dipasang supaya 'jalani saja hidup ini, kemana arahnya masih misteri'. Mungkin saja kan aku tidak bertemu dengan teman-teman yang sekarang ini karena mengambil jurusan yang lain. Atau apa jadinya kalau aku memilih untuk tidak pindah ke luar kota [dan di pulau yang berbeda dengan keluargaku]?
Beberapa hal sekarang ini sudah cukup jelas, tapi bagi beberapa yang jelas aku masih merasa kabur.
1. Pengalaman yang sudah aku peroleh atas pilihanku itu benar-benar berharga. Mungkin kedengaran klise, tapi itu benar-benar kurasakan. Meninggalkan keluarga, bertemu keluarga baru, kehilangan anggota keluarga, mengalami hambatan perkuliahan, masalah dengan teman, jatuh bersama-sama teman, diangkat oleh teman, diterima dan ditolak oleh orang-orang disekitar dan masih banyak lagi.
2. Aku rasa bidangku yang sekarang ini bukanlah yang kucari...
Kearah mana ujung jalan ini aku belum tahu.. Apakah aku lanjut sekolah dan memang disitu tempatku? Aku belum tahu..
Mungkin pada akhirnya aku kembali ke 'mimpi' masa kecilku. Aku kembali ke kampung halamanku. Di sana aku berusaha tani. Dengan pertanian dan peternakan mungkin disitu jalan hidupku. Aku masih belum tahu. Yang jelas itu mimpi masa kecilku, dan sampai sekarang aku masih menyediakan sedikit ruang untuk mimpi itu. =)
Atau aku banting setir ke dunia sastra.. Haha.. Mau jadi apa ya? Belum ada ide...
Labels: mon histoire


