Wednesday, February 01, 2012

Aku enggak tahu....




Melocoton et Boule d’Or
Deux gosses dans un jardin ...

Melocoton dan Boule d'Or
Dua anak di taman ...

Melocoton, où elle est Maman ?
J’en sais rien; viens, donne-moi la main
Pour aller où ?
J’en sais rien, viens

Melocoton, mama di mana?
Aku enggak tahu; sini, berikan tanganmu
Mau pergi ke mana?
Aku enggak tahu; sini

Papa il a une grosse voix
Tu crois qu’on saura parler comme ça ?
J’en sais rien ; viens, donne-moi la main

Suara papa berat
Menurutmu kita bakal seperti itu juga?
Aku enggak tahu; sini, berikan tanganmu

Melocoton, Mémé elle rit souvent
Tu crois qu’elle est toujours contente ?
J’en sais rien ; viens, donne-moi la main

Melocoton, nenek sering tertawa
Menurutmu dia selalu bahagia?
Aku enggak tahu; sini, berikan tanganmu

Perrine, elle est grande, presque comme Maman
Pourquoi elle joue pas avec moi ?
J’en sais rien ; viens, donne-moi la main

Perrine, dia besar dan mirip seperti mama
Kenapa dia enggak mau bermain denganku?
Aku enggak tahu; sini, berikan tanganmu

Christophe il est grand, mais pas comme Papa
Pourquoi ?
J’en sais rien ; viens, donne-moi la main

Christophe, dia besar tapi enggak seperti papa
Kenapa?
Aku enggak tahu; sini, berikan tanganmu

Dis Melocoton, tu crois qu’ils nous aiment ?
Ma petite Boule d’Or, j’en sais rien
Viens...  donne-moi la main

Katakan, Melocoton, menurutmu mereka menyayangi kita?
Boule d'Or kecil, aku enggak tahu
Sini... berikan tanganmu

Di atas adalah lagu berikut terjemahannya. Ternyata proses menerjemahkan itu susah juga ya, terutama ke dalam bahasa Indonesia. Sebisa mungkin isinya dibuat santai mengikuti bahasa anak-anak karena dua tokoh dalam lagu tersebut masih anak-anak. Aslinya Melocoton itu artinya buah peach. Sedangkan Boule d'Or itu sejenis melon. Dan sepertinya mereka dua bersaudara yang mungkin kabur dari rumah. Lagu di atas dalam bentuk tanya-jawab antara Melocoton dan Boule d'Or. Sepertinya si Boule d'Or ini adik si Melocoton deh. Dia banyak bertanya mengenai ini dan itu. Dan Melocoton selalu menjawab : aku enggak tahu, sini, berikan tanganmu. Musik dan kata-katanya gampang dicerna. Jadi dengan sedikit perulangan sudah hampir bisa dihapalin.

Oke, terlepas dari hapal menghapalnya, ada beberapa kata-kata yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Viens itu dari kata kerja venir dan dalam lagu di atas berada dalam bentuk imperatif (perintah). Venir sendiri padanannya dalam bahasa Inggris adalah come (datang). Tapi, kalau dalam bentuk perintah agak aneh kalau diartikan seperti makna Perancisnya. Misal: viens chez moi! kalau diartikan menjadi : datanglah ke rumahku! sepertinya cocok aja. Cuma, kalau viens berdiri sendiri, itu cocoknya jadi : mari, atau [ke] sini. Ya, itu baru beberapa sih. Mungkin kalau dibaca keseluruhan, terjemahan di atas agak-agak aneh bahasanya. Namanya juga masih amatiran.

Selamat mendengarkan lagu yang easy listening ini ya

Sunday, January 29, 2012

Musim Hujan

Karena sekarang sedang musim hujan jadinya kegiatan sedikit terbatas. Yang terbatas sebetulnya cuma pada akhir pekan saja, toh kalau hari biasa memang udah terbatas dari sananya (ga peduli mau hujan apa enggak). Keterbatasan itu berupa tidak bisa pergi keluar di saat-saat yang diinginkan karena memang hujannya suka turun dadakan. Contohnya ketika bangun pagi, terus mandi dan siap-siap memburu makanan, eh hujan turun. Deras pula. Nungguin hujan berhenti sampai bosan. Giliran hujan berhenti udah enggak niat makan lagi. Tapi, begitu rasa laparnya muncul lagi, eh hujannya turun lagi. Merasa dipermainkan sama pengatur hujan nih. Enggak cuma pergi mencari makanan saja yang terganggu (ya iya lah, masa hidupku cuma seputar mencari makanan), kegiatan-kegiatan lain juga terganggu. Dan belakangan beberapa hal ini dilakukan untuk bersahabat dengan cuaca yang sering bertingkah suka-suka hatinya.

1. Mengumpulkan makanan di kamar
Makanan yang dikumpulkan biasanya berupa makanan instan : mie (ya, mie itu enak lho), sup (krim atau pun tidak krim), dan susu.
Pro : kalau hujan sedang ganas-ganasnya dan merasa lapar tinggal dipilih saja yang mana yang mau dimakan. Mau makan sambil guling-guling di kamar juga enggak terganggu dengan hujan di luar.
Kontra : 99% (bahkan mungkin 100%) makanan tersebut tidak sehat. Semua makanan yang ditumpuk adalah makanan dengan pengawet. Ya gitu deh

2. Menonton koleksi film
Dari film yang di dapat sewaktu zaman kuliah dulu (mis: Harry Potter 1) sampai film zaman SMU yang baru didapat (mis: Tintin).
Pro : menonton film ini bisa meningkatkan kualitas "hapalan" terhadap film tersebut (seolah-olah ini sebuah hal yang bagus)
Kontra : menonton film ini bisa menimbulkan rasa bosan yang amat sangat karena sudah sangat tinggi tingkat "hapalan" terhadap film itu.

3. Membaca tumpukan buku
Buku-buku sangaaaaaat banyak di kamar. Dari bahasa Indonesia, Inggris, ataupun yang menggunakan karakter selain latin. Dari novel, bergambar, sampai buku-buku yang bukan novel dan bergambar (he??), mis: Si Cacing, Kamus (whaaaat??)
Pro : beberapa buku ada yang belum selesai dibaca sehingga bagus sekali bila bisa diselesaikan saat itu
Kontra : belakangan suka sulit konsentrasi sehingga ketika membaca setengah bagian langsung mau ngerjain yang lain. Alhasil semakin banyak buku yang tidak terselesaikan. Yah, mungkin juga karena pikirannya pingin jalan keluar tapi karena hujan... Salahkan hujan

4. Membaca berita online
Karena membaca berita itu penting (untuk mengusir kebosanan).
Pro : jadi tahu seberapa besar sih biaya yang dipakai anggota dewan untuk merenovasi ini dan itu, ada anak-anak yang menantang maut untuk mencapai sekolahnya, ada anak yang sering jadi model iklan kabur dari rumah (berita gosipnya ditaruh di halaman depan sih)
Kontra : karena mengikuti perkembangan si anak yang kabur dari rumah (sampai ke Papua), aku rela masuk ke forum yang membahas berita ini. Lebih dari satu jam baru bisa selesai baca semua halaman di forum itu. Woooow. Kurang kerjaan sekali kamu, Zi.

Kegiatan memakan biasanya dikombinasikan dengan kegiatan menonton atau kegiatan membaca. Tapi kegiatan menonton tidak pernah dikombinasikan dengan kegiatan membaca (ya iyaaaaa laaaaah). Kasus paling terakhir adalah ketika diberikan satu kue keranjang (di Medan bilangnya kue bakul) oleh teman yang merayakan tahun baru. Aslinya dari dulu kalau dikasih kue itu, kami enggak tahu bagaimana mengolahnya. Alhasil dimakan langsung dan eneg terus enggak habis. Setelah ditanya-tanya, katanya bisa digoreng, dikukus terus dimakan pakai kelapa (kok jadi mirik getuk ya?) Karena enggak punya alat-alat untuk melakukan hal itu (kalaupun punya aku tetap malas untuk mengolahnya sih) jadinya dimakan tanpa diolah seperti ketika di Medan dulu. Cara memakannya adalah dengan membuka bungkus plastiknya dan dipotong-potong terlebih dahulu (enggak dikasih tahu juga orang-orang udah pada tahu sih). Nah, kali ini kue tersebut dimakan sambil nonton film. Alhasil, kue keranjang tersebut berhasil ditelan tanpa rasa bosan dan eneg. Hore

Terus, terlepas dari musim hujan, seminggu terakhir ini aku melakukan hari tanpa telepon. Aku mematikan telepon genggam. Bukan karena tujuan mulia tapi karena lari dari masalah/kenyataan. Aku sedang menghindari sms/telepon dari.... Efeknya adalah selama seminggu terakhir aku tidak perlu men-charge baterai karena memang masih belum habis-habis. Efek yang tidak diharapkan adalah ada beberapa teman yang bertanya-tanya mengapa nomorku tidak bisa dihubungi. Ya, aku juga enggak mau terus-terusan mematikan telepon sih. Cuma, untuk sekarang aku lagi tidak ingin ditelepon dan diberikan kabar tidak menyenangkan dilanjutkan dengan ceramah tentang baik/buruk yang bisa dibilang enggak ada sangkut-pautnya dengan aku. Aku sedang dalam taraf malas menerima kabar tidak menyenangkan.

Oh ya, ada puisi bagus yang baru saja ditemukan (dibaca tepatnya). Di buku dibilang (ditulis) kalau puisi tersebut terjemahan dari puisi asli berbahasa Jerman yang dibuat oleh seorang tokoh. Tokoh tersebut sangat terkenal dengan inisial AH. Nanti aku coba cari dan aku posting di hari lain. Ciao

Trivia : lagu apa pada film Harry Potter and the Goblet of Fire yang mirip dengan musik pada film Nanny McPhee? Karena ketika melihat Nanny McPhee ada musik yang agak-agak deja-ecoute (bukan deja-vu.. haha)

Tuesday, January 24, 2012

Rajin?

Lain kali bila aku terlihat sedang sibuk [dan sepertinya rajin] mungkin perlu diketahui aku sedang membayar hasil prokrastinasi yang telah kulakukan. -___-

Wednesday, January 18, 2012

Hogwarts House

Barusan iseng-iseng mengikuti kuis untuk mengetahui kira-kira dimanakah saya berada bila saya masuk Hogwarts? Pembuat kuisnya mengatakan data yang dimasukkan akan jadi bahan pembelajaran mereka. Menurutku sih, oke-oke saja, toh aku enggak ada masukin nama, alamat dan informasi personal lainnya. Hasil yang didapat adalah : Hufflepuff. Plok-plok-plok. Entah kenapa, aslinya pingin masuk Ravenclaw deh. Enggak ada alasan khusus. :P



Berikut ini kriteria masing-masing asrama Hogwarts tersebut:

The sorting hat says that I belong in Hufflepuff!

Said Hufflepuff, "I'll teach the lot, and treat them just the same."
Hufflepuff students are friendly, fair-minded, modest, and hard-working. A well-known member was Cedric Diggory, who represented Hogwarts in the most recent Triwizard Tournament.

The sorting hat says that I belong in Gryffindor!




Said Gryffindor, "We'll teach all those with brave deeds to their name."
Students of Gryffindor are typically brave, daring, and chivalrous.
Famous members include Harry, Ron, Hermione, Albus Dumbledore (head of Hogwarts), and Minerva McGonagall (head of Gryffindor).

The sorting hat says that I belong in Ravenclaw!



Said Ravenclaw, "We'll teach those whose intelligence is surest."
Ravenclaw students tend to be clever, witty, intelligent, and knowledgeable.
Notable residents include Cho Chang and Padma Patil (objects of Harry and Ron's affections), and Luna Lovegood (daughter of The Quibbler magazine's editor).


The sorting hat says that I belong in Slytherinr!


Said Slytherin, "We'll teach just those whose ancestry is purest."
Slytherin students are typically cunning and hungry for power. Important members include Draco Malfoy (Harry's nemesis), Professor Severus Snape (head of Slytherin), and Lord Voldemort.

Take the most scientific Harry Potter
Quiz
ever created.
Get Sorted Now!

Tuesday, January 17, 2012

Wiki

Monday, January 16, 2012

Audiobook

Karena kemarin-kemarin itu hujan terus-terusan jadinya banyak waktu dilewatkan di kamar secara tidak produktif. Salah satu kegiatan adalah mendengarkan koleksi audio book yang di download sekitar 4 atau 5 bulan yang lalu. Situs tempat mendownloadnya ada di sini.

Koleksi yang ada di harddisk komputer 90% berupa cerita hantu, sedangkan 10% nya lagi cerita Sherlock Holmes. Jadi, aku memilih mencoba mengulang kembali mendengarkan cerita hantu.


Cerita yang paling aku ingat dari dulu dan kemarin adalah cerita nomor satu: "The Empty House". Cerita ini menarik karena memang dasarnya ceritanya udah seram ditambah dengan pembacanya yang bagus banget (menurutku). Pembacanya berhasil membuat aku ikutan merasa takut, benaran takut. Aku mendengarkannya melalui mp3 player menggunakan headset dengan suara sekeras mungkin (ngalah-ngalahin suara hujan di luar).

Pertama kali dengar dulu aku ikutan merasa takut, tapi kemarin juga masih merasa takut. Inti ceritanya adalah dua orang yang berusaha menjelajahi sebuah rumah yang "kata orang" sih berhantu. Mereka masuk ke situ di malam hari dan memang mereka mengalami fenomena aneh di dalam rumah itu. Pengarang cerita itu cukup jelas mendeskripsikan keadaan rumah, situasi di setiap ruangan, sampai ke emosi dari kedua orang yang masuk ke rumah itu. Ditambah dengan pembaca yang cukup bagus jadilah cerita itu hidup di benakku. Efeknya aku sampai merinding di beberapa bagian, misal: ketika mereka pertama kali masuk dan ada suara orang batuk di samping mereka, ketika ada suara pintu tertutup di lantai bawah yang baru saja mereka jelajahi, ketika lilin mereka mati bukan karena ditiup angin tapi karena.... Di bagian ketika gaung masa lalu muncul kembali di rumah tersebut (ada sebabnya di masa lalu sehingga rumah tersebut berhantu) aku enggak begitu takut sih. Cuma ya, justru di bagian-bagian lain kerasa banget horornya.

Secara keseluruhan, cerita ini dan beberapa cerita hantu lainnya cukup berhasil, menurutku, untuk didengarkan di malam gelap, sendirian, di luar hujan, kelaparan... (kelaparan sih enggak termasuk :p )

Ini daftar cerita horor yang sukses membuatku merasa takut:
  • The Empty House
  • The Judge’s House
  • Man-size in Marble
  • The Red Room
Selamat mendengarkan bagi yang tertarik.

Thursday, January 12, 2012

Emmanuelle

Barusan mendengar lagu yang dulu sering didengar, tapi berhubung komputer rusak jadinya lagu ini seolah-olah menghilang dari pendengaran saya.



Mélodie d'amour chantait le cœur d'Emmanuelle
Qui bat cœur à corps perdu
Mélodie d'amour chantait le corps d'Emmanuelle
Qui vit corps à cœur déçu

Tu es encore
Presque une enfant
Tu n'as connu
Qu'un seul amant
Mais à vingt ans
Pour rester sage
L'amour étant
Trop long voyage

Mélodie d'amour chantait le cœur d'Emmanuelle
Qui bat cœur à corps perdu
Mélodie d'amour chantait le corps d'Emmanuelle
Qui vit corps à cœur déçu

L'amour à cœur
Tu l'as rêvé
L'amour à corps
Tu l'as trouvé
Tu es en somme
Devant les hommes
Comme un soupir
Sur leur désire

Tu es si belle
Emmanuelle
Cherche le cœur
Trouve les pleurs
Cherche toujours
Cherche plus loin
Viendra l'amour
Sur ton chemin

Mélodie d'amour chantait le cœur d'Emmanuelle
Qui bat cœur à corps perdu
Mélodie d'amour chantait le corps d'Emmanuelle
Qui vit corps à cœur déçu