Monday, October 12, 2009

Apa yang dikejar? Apa yang didapat?

Tulisan ini merangkum beberapa hal dan percakapan dengan teman(teman)ku.

Mau mulai dari mana ya? Mungkin dari percakapan di mobil dengan temanku sekitar seminggu yang lalu.

Aku (A): "Dulu waktu baru lulus, aku kerja di PP** sebagai programmer. Dan setelah itu aku pikir-pikir aku mau mencari sesuatu yang diluar programming dulu deh. Terus aku masuk ke Ni***** dibidang market research. Lingkungannya menyenangkan, tapi aku masih kepikiran kalau disitu bukan tempatku. Sekarang aku di So*******, dan aku juga sampai sekarang masih merasa ternyata kembali ke bidang IT juga bukan tempatku."

Temanku yang waktu itu dengarin cuma bisa ketawa jadinya. Terus aku bilang kalau aku masih kepikiran untuk ngelanjutin sekolah, ada satu bidang yang aku pingin pelajari dan sepertinya itu menarik.

Temanku (D): "Terus nanti pas lo dah sekolah lagi, tiba-tiba lo merasa kalau itu bukan bidang lo, gimana dong?"

[Sengaja membuat inisial temanku sebagai 'D', bukan 'T', karena 'D' singkatan nama depannya']

A: "Iya ya, jangan-jangan nanti waktu aku cerita ke kau, terus dalam pikiran kau, 'si Rozi lagi nyanyiin lagu lama lagi', hehe.. 'what's new?' katamu nanti"..

Aku mikirnya juga sampe nyengir.. Hehe

Dulu, kenapa aku memilih jurusan ilmu komputer, karena aku enggak ada kepikiran mau ambil yang lain. Melihat semua jurusan yang diambil saudara-saudariku, bahkan orang tuaku, aku sepertinya enggak ada yang klop dengan pilihan mereka. Ada yang jadi bahan pertimbangan, yaitu sastra. Salah satu kakakku memilih jurusan sastra dan kebetulan waktu SMA aku gemar membaca buku-buku sastra inggris klasik [dari perpustakaan dan lain-lain]. Tapi melihat kemampuan di sekolah yang begitu 'menjanjikan' di bidang kimia, aku berpikir mungkin aku cocok juga di bidang kimia ya.

Entah karena aku seperti katak dalam tempurung, aku enggak pernah tahu bahwa ada jurusan teknik kimia. Dan memang waktu itu aku hanya melihat prospek untuk kuliah di medan [seluruh keluargaku berdarah murni kuliah di satu universitas yang sama, jadi aku pembelot di keluargaku]. Mungkin kalau aku tahu ada jurusan Teknik Kimia di universitas lain, aku akan memilih itu.

Setelah mendengar 'desas-desus' dari teman-teman akhirnya aku tahu jurusan dan di universitas/institut apa yang waktu itu memiliki passing grade paling tinggi. Dan entah kenapa, aku kepikiran untuk mengambil bidang yang sama, tapi dengan passing grade yang masih terjangkau dengan kapasitas otakku.

Pikir tujuh keliling dan harus membuat keputusan, akhirnya aku memilih jurusan ilmu komputer dan farmasi. Sekali lagi, aku masih meraba-raba jurusan seperti apa sih ilmu komputer itu? Seperti ada misteri yang menarik aku untuk mengeksplorasinya. Tapi buat jaga-jaga seumpama aku terlalu jauh terbang ke langit dan akhirnya harus jatuh ke bumi, aku milih jurusan yang ada hubungannya dengan kimia, yaitu farmasi, dan di universitas keluargaku.

Setelah menjalani perkuliahan, aku merasa cocok dan tidak cocok. Tapi pikiran tetap dipasang supaya 'jalani saja hidup ini, kemana arahnya masih misteri'. Mungkin saja kan aku tidak bertemu dengan teman-teman yang sekarang ini karena mengambil jurusan yang lain. Atau apa jadinya kalau aku memilih untuk tidak pindah ke luar kota [dan di pulau yang berbeda dengan keluargaku]?

Beberapa hal sekarang ini sudah cukup jelas, tapi bagi beberapa yang jelas aku masih merasa kabur.

1. Pengalaman yang sudah aku peroleh atas pilihanku itu benar-benar berharga. Mungkin kedengaran klise, tapi itu benar-benar kurasakan. Meninggalkan keluarga, bertemu keluarga baru, kehilangan anggota keluarga, mengalami hambatan perkuliahan, masalah dengan teman, jatuh bersama-sama teman, diangkat oleh teman, diterima dan ditolak oleh orang-orang disekitar dan masih banyak lagi.

2. Aku rasa bidangku yang sekarang ini bukanlah yang kucari...

Kearah mana ujung jalan ini aku belum tahu.. Apakah aku lanjut sekolah dan memang disitu tempatku? Aku belum tahu..

Mungkin pada akhirnya aku kembali ke 'mimpi' masa kecilku. Aku kembali ke kampung halamanku. Di sana aku berusaha tani. Dengan pertanian dan peternakan mungkin disitu jalan hidupku. Aku masih belum tahu. Yang jelas itu mimpi masa kecilku, dan sampai sekarang aku masih menyediakan sedikit ruang untuk mimpi itu. =)

Atau aku banting setir ke dunia sastra.. Haha.. Mau jadi apa ya? Belum ada ide...

Labels:

Saturday, October 10, 2009

In The Rain

Baru beberapa hari dapat lagu ini.. dan sampai sekarang masih suka mendengarkannya sampai berulang-ulang.. Kalau lagi bengong sendirian, dengarin lagu ini, terus bayangin video klipnya, bisa bikin senyum-senyum sendiri... hehe

雨人YuRen (In The Rain)

好像就从那一个夜晚开始
hao xiang jiu cong na yi ge ye wan kai shi
I think it all started from that night

下起雨一直没有放过晴
xia qi yu yi zhi mei you fang guo qing
It rained, and the skies have never cleared since then

我勾着那把伞 漂浮在人群里
wo gou zhe na ba san piao fu zai ren qun li
I held on to that umbrella, slowly walking in the crowd

慢慢的以为身边还有你
man man de yi wei shen bian hai you ni
thinking that you were there beside me

小气的用着那些你的记忆
xiao qi de yong zhe na xie ni de ji yi
I am cautiously using those memories I have of you

一点点就够我看到彩虹
yi dian dian jiu gou wo kan dao cai hong
Every little bit is enough for me to see a rainbow

全世界的颜色 全留在你那里
quan shi jie de yan se quan liu zai ni na li
The colours in this world have all stayed with you

我只有不断一直淋着雨
wo zhi you bu duan yi zhi ling zhe yu
I can only continue to be drenched in the rain.

我相信我爱你
wo xiang xin wo ai ni
I believe that I love you

蒙上眼手交给你
meng shang yan shou jiao gei ni
Closing my eyes, I give you my hands

慢慢的安心在黑暗中
man man de an xin zai hei an zhong
Slowly and yet assuredly, we walk in the darkness

共有一双眼睛
gong you yi shuang yan jing
Sharing a pair of eyes

我要不断的爱你
wo yau bu duan de ai ni
I want to continue to love you

不断拼凑了自已
bu duan pin zou le zi ji
And to continually piece myself together

生命中所有好不好的过去
shen ming zhong suo you hao bu hao de guo qu
It seems that all the happy and unhappy occurrences in my life

仿佛都在等我遇见你
fang fu dou zai deng wo yu jian ni
were there just for me to meet you

Labels: ,

Tuesday, September 29, 2009

To Bee or Not To Bee






















kekuatan pikiran terletak dalam memahami perbedaan;
kekuatan hati terletak dalam memahami kemiripan

Labels: ,

Saturday, September 26, 2009

Mencoba menabur...

Kepingin nulis dua kejadian ini yang rada serupa tapi ya enggak sama lah. Tujuannya sedikit sama, tapi untuk kejadian kedua tujuannya sudah sedikit lebih jelas.. [aku ngomongin apa ya?]

kejadian pertama itu sudah lama sampe aku udah enggak begitu ingat dibulan apa kejadiannya. yang jelas waktu itu hujan deras di depok. karena aku selalu bawa payung di tas jadi ya enggak begitu masalah. tapi itu hujan luar biasa, jadi biarpun pakai payung tetap aja basah bagian kaki ke bawah.

Pas aku mau masuk ke kober, ada orang yang manggil dan tiba-tiba mendekat. rada kaget dong. apalagi ini cowo pula. tapi ternyata dia mau nebeng payungan sampai jalan mawar. karena hujan deras banget, jadinya ga pikir panjang ya udah barengan aja. payung yang udah 5 tahun dan rada bocor itu ya sebetulnya ga muat dipake berdua, tapi hitung-hitung dia setengah-basah-dan-setengah-kering, aku juga setengah-basah-dan-setengah-kering. malah aku sampe bilang: "maaf nih payungnya udah tua banget, jadi dia udah rada bocor." tapi sampe sekarang aku masih bawa payung itu di tas kerja kok :)

yang kudapat dari kejadian itu 'cuma' ucapan terima kasih. tapi waktu itu ga mikir yang lain-lain sih, jadi terima kasihnya sudah lebih dari cukup lah. [namanya juga bantuin orang ya]

kejadian kedua sih kemarin. pas aku turun dari bus dan masuk ke kober, hujan dah mulai deras. ujung-ujungnya aku lari sampe ke kosan. sesak napas bo.. terus ya mengeringkan badan supaya enggak lembab-lembab dan dilanjutkan dengan tiduran enggak jelas. [sepanjang liburan ini entah kenapa aku jadi enggak jelas gini.. :( ]

lapar... mau nunggu hujan berhenti tapi udah jam 8 masih belum berhenti juga. ya terpaksa ganti kostum buat beli makanan [ngebayangin makan sup yang hangat gitu..mimpi kali yee..]. kali ini aku keluar pakai payung yang baru dibeli dan memang untuk dipakai dari kamar saja, soalnya bukan payung lipat, tapi bahannya keren lho. payung yang tidak ada jahitan sama sekali. keren.. [yak, sudah cukup memuji payung yang keren itu]

karena di kober belum ada tempat makanan yang buka selain yang dekat margonda, jadinya jalan cukup jauh ke depan dan perlahan-lahan karena aku ga mau cipratan air dari belakang sendalku nempel ke bagian belakang celanaku. okay, transaksi beli makanan sudah selesai tapi aku masih mau makan yang berkuah dan panas di kamar, jadinya aku ke margonda buat beli dua bungkus mie instan.

di perjalanan mau ke margonda ini aku lihat ada cewe lagi berteduh di kios kosong. sepertinya dia mau nungguin hujan berhenti. [ga gitu jelas ini anak remaja atau ibu-ibu, karena aku ga pake kacamata]. pas aku balik dari beli mie instan, si cewe ini masih ada. refleks dan aku juga ga tahu kenapa aku datangin dan bilang: "mau bareng, mbak?" akhirnya karena perjalanan kami searah ya udah bareng, dan baru tahu sih dia anak kos [berarti bukan ibu-ibu]. soalnya waktu ditanya: "ga ada yang jemput, mbak?" dijawabnya: "lupa bawa payung dan teman-teman lagi pada ga dikosan".. hooo.. dan aku paksain supaya itu payung yang memang sebetulnya porsi satu orang supaya kena ke dia seluruhnya, ya akunya jadi basah-basah banyak [ga dikit lho] di bagian samping. [kalo dipikir-pikir, ini bisa dibilang sok gentle ya?? wkkkk]

dan pas udah mau dekat kosannya, dia bilang sih sudah cukup, dia mau masuk lewat samping [melewati gang kecil]. ya aku bilang juga gpp kok, soalnya dari gang itu memang bisa ke tujuanku juga. [memang iya, aku juga sering keluar masuk kober dari gang itu]. ya udah, singkatnya ya aku payungin sampe dia di kosannya. hmmm...dapat ucapan terima kasih lagi kali ini. tapi bedanya, ya tahulah bedanya dengan yang pertama.. [apa coba?] hehehe

belakangan mikirnya sih, siapa tahu suatu saat aku lagi butuh payung dan ada yang mau nebengin juga, kan makasih banget tuh..mencoba menabur...

mengingat ini aku jadi ingat spt yang pernah kukatakan ke temanku: "mungkin sekarang aku bisa bantu2in, tapi kan ga selamanya aku bisa. roda juga berputar. jadi suatu saat pasti kejadian kalau aku yang berada di posisi butuh bantuan, dan aku harap kau mau bantu aku." cuma waktu itu kawanku bilang: "maunya kita terus2an di atas.".. dan waktu itu sih aku bilang: "amiinn..".. kejadian yang masih lumayan baru.. tapi kejadian ini sudah in memoriam.. :( dan rasanya sedih kalau diingat-ingat kalau dulu pernah ada kejadian seperti ini...

Labels:

Wednesday, September 23, 2009

Maaf

andai bisa ku mengulang
waktu hilang dan terbuang
andai bisa ku kembali
hapus semua pedih

andai mungkin aku bisa
kembali ulang segalanya
tapi hidup takkan bisa
meski dengan air mata

Maha Melihat
Opick Featuring Rachel Amanda


----------------------------
aku pertama kali dengar lagu ini hari selasa kemarin, sendirian di dalam bus yang mau mengantar balik ke depok. sendirian dalam artian aku enggak kenal satupun orang di dalam bus itu.

perjalanannya terasa berat banget. lebih berat dari perjalanan perginya. kalau diingat-ingat sampai sekarang aku masih mungkin bisa nangis.. benar-benar enggak menyangka dan bermaksud perjalanan waktu itu jadi berantakan seperti itu. bahkan bukan cuma perjalanannya yang berantakan, ada hal lain yang lebih penting yang juga berantakan. walaupun sudah dapat kata maaf, tapi aku enggak dapat penjelasan, karena mungkin sudah enggak ada yang perlu dijelaskan lagi.

jadi semua yang selama ini sudah direncanakan, semua yang selama ini sudah dibina, sekarang sudah kacau berantakan dan sudah jadi sejarah. benar-benar sakit dan sedih..

kalau dipikir-pikir memang ini semua salahku. dan mungkin selama ini aku sepertinya selalu mengulang-ulang kesalahan yang sama. jadi langkah yang akan kuambil, untuk mencegah terjadi hal yang sama terhadap yang lain, aku lebih baik menjadi seperti orang yang dulu. menjadi rozi yang melakukan semuanya sendirian..

andai mungkin aku bisa
kembali ulang segalanya
tapi hidup takkan bisa
meski dengan air mata


teriring kata maaf yang tulus dari hati..seandainya bisa kembali mengulang dari awal..tapi sepertinya ini harga yang pantas kubayar atas semua kesalahanku..

Labels: ,

Monday, September 07, 2009

Karena Setiap Luka Itu Unik

Karena setiap luka yang kita peroleh itu unik sehingga tidak mungkin ada orang lain yang bisa merasakan rasa sakit yang persis sama seperti yang kita rasakan.

Terkadang ucapan 'aku mengerti perasaanmu' tidak selalu tepat sasaran. Tetapi, justru dengan ucapan itu kita bisa melewati saat-saat sulit dengan lebih ringan. Ibaratnya seperti ada sepasang tangan lembut yang ikut mengobati luka yang kita peroleh dan membantu kita menjalaninya bersama-sama.

Labels:

Wednesday, August 05, 2009

I Think I've Got One...

Ia memberikan sesuatu yang sulit untuk diberikan,
Ia melakukan hal yang sulit untuk dilakukan,
Ia menahan apa yang sulit untuk ditahan,
Ia menceritakan rahasianya,
Dan ia menyimpan rahasiamu,
Ia tidak meninggalkanmu dalam kesulitan,
Ia tidak mengabaikanmu dalam kesusahan,
Orang seperti ini patut disebut 'Sahabat Sejati'

AN IV, 30

Labels: